Malang, 27 Oktober 2025– Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Muhammad Rizqi Aufaqi Akrom, S.Psi., M.Psi., turut berperan aktif dalam kegiatan Festival Bulan Bahasa dan P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin) yang mengangkat tema “Setiap kata yang diucap, setiap karya yang dibuat, adalah jejak kecil yang mengerakan peradaban” yang digelar di Aula MA Raudlatul Ulum Putra, Senin (27/10).

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda, sekaligus momentum penting bagi madrasah untuk mengkampanyekan gerakan literasi dan peningkatan kesadaran remaja terhadap isu-isu sosial yang sensitif, seperti Madrasah Anti Perundungan, Madrasah Bebas dari Narkoba, serta Pencegahan Judi Online.
Dalam sambutannya, H. M Izzul Latif Syam, M.Pd selaku Kepala Madrasah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara staf madrasah, wali kelas, dan peserta didik dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan kreativitas. “Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya terbaik dan proses kreatif siswa MA Raudlatul Ulum Putra,” ungkapnya
Penampilan Karya Santri: Kreativitas yang Bernafaskan Nilai
Festival bulan bahasa kali ini menampilkan berbagai karya kreatif dari setiap kelas. Setiap kelas diwajibkan menampilkan dua penampilan utama, yakni drama kelas dan satu penampilan tambahan sesuai hasil undian, seperti musikalisasi puisi, paduan suara, atau karya pribadi.
Beberapa penampilan yang menarik perhatian antara lain:
- Drama “Santri Digital: Antara Dakwah dan Game Online” yang mengangkat fenomena kecanduan game di kalangan remaja serta ajakan untuk menjadikan teknologi sebagai sarana dakwah.
- “Bullying di Balik Sarung”, kisah menyentuh tentang toleransi dan akhlak di lingkungan pesantren.
- “Slot Kehidupan”, drama reflektif tentang bahaya judi online di kalangan pelajar.
- “Satu Kelas, Seribu Warna”, yang mengangkat nilai persahabatan dan semangat Sumpah Pemuda.
- “Merah Putih di Langit Surabaya”, kisah heroik santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945.
- Dan sederet penampilan luar biasa lainnya
Seluruh penampilan sarat pesan moral dan menggambarkan beragam persoalan remaja masa kini – mulai dari tekanan hidup, kecanduan digital, hingga pentingnya menghargai waktu dan solidaritas antar teman sebaya.

Santri Literat, Santri Peduli
Kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) yang menekankan pentingnya karakter religius, cinta tanah air, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap diri dan lingkungan. Melalui kegiatan kolaboratif ini, madrasah ingin membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan kesadaran literasi, kreativitas seni, dan empati sosial di kalangan santri.
