Salah satu dosen Fakultas Psikologi Universitas Tribakti Lirboyo Kediri Dr. Sri Susanti Tjahja Dini, M.Pd., menjadi fasilitator dalam Program Sekolah Penggerak sejak tahun 2022 – 2025. Program ini digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai bagian dari implementasi Kurikulum merdeka. Dengan pengalamannya di bidang pedagogi dan pengembangan kurikulum serta penanganan anak berkubutuhan khusus di sekolah luar biasa maupun sekolah inklusi,mendorong DR Sri Susanti untuk turut berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran SLB dan kepemimpinan Pendidikan dalam program Sekolah Penggerak. Selain itu sebagai fasilitator sekolah penggerak Tingkat SLB, ada 7 SLB sekolah penggerak di Lamongan, Blitar, Nganjuk dan Madiun baik negeri maupun swasta yang harus didampingi untuk dapat mengimplementasikan kurikulum Merdeka yang menjadi salah satu fokus utama program ini. Tugas ini sudah dijalankan sejak tahun 2022 hingga saat ini dan sebelumnya di tahun 2021 bertugasa sebagai Instruktur Nasional pada program Sekolah Penggerak SLB angkatan I.
Adapun tugas lain dari seorang fasilitator adalah bersama pengawas turut membimbing kepala sekolah dan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis diferensiasi, budaya reflektif, serta pendekatan yang berpusat pada siswa. Tantangan terbesar dalam implementasi Program Sekolah Penggerak adalah perubahan mindset dan budaya sekolah. Oleh karena itu, peran fasilitator sangat penting dalam memastikan bahwa transformasi pendidikan berjalan secara berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Program Sekolah Penggerak sendiri bertujuan untuk mendorong transformasi pendidikan dengan mengedepankan inovasi, kemandirian sekolah, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik. Peran fasilitator seperti Dr. Rina menjadi kunci sukses dalam implementasi program ini di lapangan. Ilmu yang didapat selama menjadi fasilitator bermanfaat juga untuk wawasan dan sharing praktik baik pada mahasiswa.
Beberapa dokumentasi kegaiatn saat kunjungan lapangan, mengisi lokakarya dan juga kegiatan refleksi sekolah:

