Upaya Peningkatan Mutu Lembaga, Fakultas Psikologi UIT Lirboyo Kediri Ikuti Workshop SPMI-AMI Batch IV

PONOROGO – Dalam upaya peningkatan sistem penjaminan mutu internal dan memenuhi mandat strategis pendidikan tinggi, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Beti Malia Rahma HIdayati, M.Psi., Psikolog mengikuti Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) Batch IV dengan motto “The Fountain of Wisdom” di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo. Kegiatan yang berlangsung intensif selama tiga hari, 29-31 Desember 2025 ini, menjadi bukti nyata penguatan kerjasama antara dua institusi besar berbasis pondok pesantren.

Mutu sebagai manifestasi nilai pesantren membuka rangkaian kegiatan, rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., dalam sambutannya menekankan bahwa bagi perguruan tinggi berbasis pesantren, mutu bukanlah sekadar tuntutan regulasi negara, melainkan bagian dari nilai-nilai keislaman.

“Penjaminan mutu adalah ikhtiar kita untuk mencapai itqan (profesionalitas) dalam beramal. Di UNIDA Gontor, kami memandang SPMI sebagai ruh yang menggerakkan seluruh aktivitas akademik. Mutu harus menjadi kesadaran kolektif yang terinternalisasi dalam karakter setiap civitas akademika, sebagaimana disiplin dan integritas yang menjadi jati diri santri,” tegas Prof. Hamid Fahmy. Beliau juga menyambut hangat kehadiran delegasi UIT Lirboyo sebagai langkah strategis dalam memajukan pendidikan tinggi Islam yang kompetitif namun tetap berakar pada tradisi pesantren.

Membangun Budaya Mutu, Bukan Sekadar Administrasi Senada dengan Rektor, Wakil Rektor I UNIDA Gontor, Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A., menjelaskan bahwa ekosistem mutu hanya bisa hidup jika dianggap sebagai budaya institusional, bukan beban administrasi. “Audit bukanlah ajang mencari kesalahan, melainkan instrumen reflektif untuk memastikan visi besar universitas terwujud hingga ke level teknis,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Penjaminan Mutu UNIDA Gontor, Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A., membekali peserta dengan manajemen strategi SPMI berbasis siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Menurutnya, kemandirian universitas dalam mengelola mutunya sendiri adalah kunci utama untuk mencapai akreditasi Unggul dan pengakuan internasional.

Pelatihan ketat menuju auditor profesional materi workshop dikemas secara komprehensif, mencakup teori dan praktik AMI hingga teknik dan kode etik auditor. Dekan Fakultas Psikologi  UIT Lirboyo bersama peserta lainnya tidak hanya menerima teori, tetapi juga dihadapkan pada serangkaian tugas intensif (tugas mandiri dan terstruktur) yang sangat padat. Tugas-tugas ini dirancang khusus oleh tim BPM UNIDA untuk memastikan setiap peserta memiliki ketajaman analisis dan integritas yang layak sebagai auditor internal.

“Sebagai calon auditor mutu internal, saya menyadari bahwa tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga integritas dan independensi adalah kunci dari validitas proses audit. Integritas merupakan komitmen pribadi untuk selalu menyampaikan kebenaran dalam setiap temuan audit dan independensi menuntut saya untuk memastikan bahwa setiap keputusan audit dibuat tanpa pengaruh pihak manapun, menjaga obyektivitas demi terciptanya perbaikan mutu yang nyata dan berkelanjutan. Hasil audit memiliki implikasi penting terhadap reputasi institusi serta kualitas pendidikan, oleh karena itu prinsip etika ini tidak boleh diabaikan.” Ujar Dekan Fakultas Psikologi.

Workshop ini ditutup dengan simulasi penyusunan Laporan Hasil Audit (LHA) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Kerjasama ini menegaskan komitmen Fakultas Psikologi UIT Lirboyo Kediri untuk mengadopsi best practice dari UNIDA Gontor dalam pengelolaan mutu, sekaligus mempererat ukhuwah antar-perguruan tinggi berbasis pesantren demi mencetak lulusan yang berkualitas secara akademik dan spiritual.

Back To Top