Aktif Kegiatan Profesi: Pimpinan Fakultas Psikologi UIT Lirboyo Hadiri Pertemuan IPKH Jatim

Kediri – Fakultas Psikologi Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut ambil bagian dalam pertemuan rutin anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) HIMPSI Jawa Timur yang diselenggarakan pada Rabu, 9 Juli 2025 di Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri.

Mengusung tema “Understanding Trauma: The Silent Effects on Mind and Body”, kegiatan ini menghadirkan Rieka Intansari, M.Psi., Psikolog — pengurus IPKH Jatim sekaligus praktisi di Griya Pulih Asih — sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Rieka menekankan bahwa trauma psikologis yang tidak tertangani dapat berdampak diam-diam namun signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IIK Bhakti Wiyata, Prof. Dr. apt. Muhammad Zainuddin, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ilmiah ini sebagai ruang kolaboratif bagi para profesional di bidang psikologi klinis.

Dari Fakultas Psikologi UIT Lirboyo, hadir tiga pimpinan utama: Dekan Fakultas Psikologi, Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog; Kaprodi Psikologi Islam, Nila Ainu Ningrum, M.Psi., Psikolog., CH., CHt.; serta Wakil Dekan, Ika Novita Sari, M.Psi., Psikolog. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan aktif terhadap penguatan kapasitas keilmuan dan jejaring profesi psikologi klinis di Jawa Timur.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta. Dalam suasana hangat dan terbuka, para psikolog klinis dan mahasiswa saling bertukar cerita mengenai kasus-kasus trauma yang pernah mereka tangani atau temui di lapangan, serta strategi-strategi pemulihan yang telah terbukti efektif.

Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda rutin IPKH Jatim yang biasanya digelar di Surabaya, namun pada kesempatan kali ini dilaksanakan secara bergilir di kota-kota besar di Jawa Timur. Forum ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kompetensi para praktisi psikologi klinis, serta mendorong penerapan ilmu yang lebih kontekstual dan berpihak pada pemulihan kesehatan mental masyarakat.

Back To Top