Pimpinan Fakultas Psikologi beserta seluruh fakultas di lingkungan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri sukses menyelenggarakan sosialisasi Program PPL, KKN, dan Penelitian Internasional Indonesia-Malaysia pada Rabu, 5 Februari 2025. Acara ini berlangsung di Aula KH. Mahrus Aly dan dihadiri oleh mahasiswa semester VI program S1 serta semester II program S2. Hadir dalam acara tersebut, Dekan Fakultas Psikologi, Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog bersama dengan dekan-dekan fakultas lainnya di lingkungan UIT Lirboyo Kediri.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Rektor III, Yasin Nurfalah, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing global.
Acara yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan dua narasumber utama. Wakil Rektor I, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd.I, membawakan materi mengenai “Kebijakan Pelaksanaan PPL, KKN, dan Penelitian Internasional”, sementara Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Edi Nurhidin, M.Pd.I, menyampaikan materi tentang “Buku Pedoman Teknik Pendaftaran”.
Pelaksanaan PPL, KKN, dan Penelitian Internasional di Malaysia
Dalam pemaparannya, Dr. Jauhar Fuad menjelaskan bahwa program PPL dan KKN Internasional akan dilaksanakan di Sekolah Indonesia Malaysia (jenjang TK hingga SMA) serta di Pesantren milik Ibu Lesmin Mitarsih di Kuala Lumpur. Program ini terbuka bagi mahasiswa semester VI program S1 dengan nama “PPL & KKN Internasional”, sementara bagi mahasiswa semester II program S2 disebut “Pengabdian & Penelitian Internasional”.
Berdasarkan hasil rapat pimpinan bersama Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA., kampus berencana memberangkatkan sekitar 20-25 mahasiswa dalam program ini. Para peserta akan memperoleh sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Atase Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. “Sertifikat PPL & KKN ini dikeluarkan langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dan berlogo resmi Garuda Pancasila,” jelas Dr. Jauhar.
Selain mendapatkan sertifikat, peserta program ini juga memperoleh keuntungan akademik, yaitu tidak diwajibkan mengikuti PPL Regional atau Praktikum yang biasa diselenggarakan pada bulan Agustus dan September. Dengan demikian, mereka dapat langsung fokus menyusun proposal skripsi.”Mahasiswa yang mengikuti PPL & KKN Internasional tidak perlu mengikuti PPL Regional dan Praktikum Fakultas, sehingga dapat segera menyusun proposal skripsi,” tambahnya.

Biaya dan Ketentuan Program
Dalam sosialisasi ini, Wakil Rektor I juga menjelaskan rincian biaya yang harus dikeluarkan oleh peserta. Setiap mahasiswa dikenai biaya Rp4.000.000, sedangkan biaya selebihnya akan ditanggung oleh kampus, termasuk jika terjadi kenaikan nilai tukar ringgit atau biaya operasional lainnya. Biaya tersebut mencakup: Transportasi pulang-pergi, Perjalanan kedinasan, Konsumsi, dan Kepentingan-kepentingan lain yang telah dijadwalkan oleh tim penyelenggara. Dr. Jauhar berharap program ini dapat menjadi kebutuhan bagi mahasiswa serta civitas akademika UIT Lirboyo Kediri guna meningkatkan pengalaman dan wawasan internasional.

Teknis Pendaftaran dan Dokumentasi
Sementara itu, Kepala LP3M, Edi Nurhidin, M.Pd.I, menjelaskan proses pelaksanaan program, mulai dari pendataan administrasi, seleksi peserta, komitmen pembayaran, hingga izin dari orang tua. Selain itu, mahasiswa peserta program ini juga diwajibkan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka dalam bentuk video yang harus diunggah ke media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube. Mahasiswa juga diwajibkan menyusun laporan, sementara peserta program S2 harus menulis artikel ilmiah sebagai bagian dari publikasi akademik mereka.
Dengan adanya program ini, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswanya, sekaligus memperkuat hubungan akademik internasional antara Indonesia dan Malaysia.

